Powered By Blogger

Cari Blog Ini

Rabu, 14 September 2011

Ramaditya Adikara komposer musik game jepang?




Tau Eko Ramaditya Adikara? Itu loh, seorang tunanetra yang beberapa waktu lalu membuat takjub seluruh rakyat Indonesia dengan menyatakan bahwa ia adalah komposer asli dari lagu-lagu game terkenal dari Jepang, seperti FFVII, Xenogears, Super Mario Galaxy, Super Mario Galaxy 2, Xenosaga, ChronoCross, FF Origins, Seiken Densetsu 3, Lufia GB, dan lainnya. Ia juga menyatakan bahwa ia telah menciptakan lagu-lagu lain yang tidak terdapat pada game-game tersebut, seperti Tiara dan lagu-lagu yang ada di album Lima Bidadari.

mendengar itu seluruh rakyat Indonesia pun takjub mendengar pernyataan-pernyataan yang dibuatnya. Ia pun kemudian dijadikan sumber inspirasi bagi banyak orang yang percaya dan kagum akan kemampuannya dalam menciptakan lagu meskipun ia memiliki keterbatasan fisik. Ia pun laris diundang ke sana ke mari untuk menjadi motivator bagi masyarakat.

Semua berjalan lancar bagi Rama sampai saat seorang member di sebuah forum diskusi online, yang memiliki komunitas berjumlah besar, membuat sebuah thread tentang Rama. Thread tersebut berisikan kecurigaan sang pembuat thread setelah ia dan rekan-rekannya tidak menemukan bukti konkrit bahwa Rama memang komposer untuk Nintendo, Square Enix, dll., seperti yang diklaimnya.

Mereka pun terus mendesak dan menanyakan kebenaran kepada Rama atas klaim-klaimnya. Setelah beberapa lama diserang dengan pertanyaan dari orang-orang yang mengikuti thread tersebut, akhirnya Rama membuat sebuah pernyataan tertulis yang ditandatangani di atas materai. Inti dari pernyataan tertulis tersebut adalah Rama menyatakan bahwa ia tidak akan pernah lagi mengklaim suatu karya jika ia tidak memiliki sebuah bukti konkrit. Berarti di sini ia tetap menganggap bahwa ia adalah komposer dari lagu-lagu tersebut, namun ia tidak akan menggembar-gemborkan lagi karena ia tidak punya bukti konkrit.

Beberapa orang puas dengan pernyataan tersebut, termasuk sang pembuat thread yang memutuskan kasus ini selesai sampai di sini. Kasus ini tampaknya telah selesai, hingga suatu saat seorang member lain di komunitas forum besar tersebut membuat thread part II dari kasus Rama.

Ia membuat thread tersebut setelah mengetahui bahwa Rama memainkan sebuah lagu dengan sulingnya di sebuah acara televisi dan mengaku bahwa itu adalah lagu ciptaannya. Padahal itu lagu dari game Xenogear. Akhirnya kasus ini dibuka kembali dan orang-orang pun tambah penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.

The big question is, apakah Eko Ramaditya Adikara benar-benar seorang komposer yang menciptakan lagu-lagu game terkenal dari Jepang?

Awan kelabu yang menyelimuti pertanyaan tersebut mulai memudar ketika pada tanggal 24 Juli 2010, Rama beserta manajernya datang ke redaksi KotakGame. Setelah berbincang-bincang, akhirnya Rama pun membuat sebuah pernyataan yang direkam dalam bentuk video di redaksi KotakGame. Di dalam video tersebut, ia menyatakan bahwa ia tidak pernah terlibat dalam pembuatan lagu-lagu game Jepang, dan semua klaim yang ia keluarkan adalah sebuah pembohongan publik!

Setelah mengamankan hasil rekaman video tersebut, kami pun memprosesnya agar dapat segera ditampilkan di KotakGame. Untuk memperkuat keabsahan pengakuan Rama dalam video tadi, kami berniat untuk bertemu sekali lagi dengan Rama untuk membuat pernyataan tertulis berdasarkan poin-poin yang telah dinyatakan oleh Rama sendiri untuk kemudian ditandatangani di atas materai.
Karena satu dan lain hal, kami baru bisa berkunjung ke rumah Rama pada tanggal 10 Agustus 2010 lalu. Di sana, kami mengajak dua orang saksi dari forum KotakGame sendiri untuk membacakan isi surat pernyataan tersebut dan turut menandatangani surat pernyataan tersebut. Dengan adanya saksi yang turut membantu membacakan isi surat pernyataan tersebut, kami ingin memastikan bahwa Rama benar-benar mengerti isi dari surat pernyataan tersebut sebelum menandatanganinya.





Berikut isi surat pernyataan blogger yang bernama lengkap Eko Ramaditya Adikara ini seperti dikutip dari
Kotakgame.com.

Bahwa dengan ini:
1. Saya mencabut klaim tentang keterlibatan saya sebagai komposer musik 
game
2. Saya mengakui bahwa saya tidakp pernah terlibat dalam pembuatan musik Jepang
 .game Jepang apapun.
3. Saya tidak pernah terlibat dalam proyek legal ataupun ilegal dalam pembuatan musik 
game Jepang manapun.
4. Saya mengakui bahwa saya telah melakukan 
renaming dan juga mengubah file musik yang bukan milik saya. Yang saya akui sebagai milik saya.
5. saya megnakui bahwa berita-berita tentang status saya sebagai seorang 
game music composer videogame Jepang, baik di media cetak, online, maupun media televisi, adalah tidfak benar. Hal ini dikarenakan, saya telah berbohong kepada publik dan media mengenai status tersebut.

Kepada pemirsa dan pembaca Kotakgame.com, masyarakat Indonesia, serta gamers. Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya karena melakukan pembohongan publik.
 


Jakarta, 10 Agustus 2010.


Sebagai bagian dari rakyat Indonesia yang tadinya bangga, aku nggak jadi bangga.
Jangan pernah kawan, berbohong sekecil apapun. karena nasi udah terlanjur jadi bubur, eh, maksudnya sepandai- pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga. 

Ambil pelajarannya Kawan.. (*tsaaaaahh..)

Sabtu, 10 September 2011

My Holiday

Heeii!! Assalamualaikum!
gimana liburan kalian?? dirumah aja? ga ada kerjaan? kerja rodi bantuin nyokap? ahaha..
tenang.. aku juga kok.. 

tapi pasti ada peristiwa serunya juga doong..
karena sepandai- pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga.. apalagi ada udang dibalik batu..

fokus!

jadi gimana liburan kalian? cerita- cerita doong.. (diulang lagi)
tapi karena ga mungkin cerita disini, ceritanya di dalem hati aja ya..

Eh, tapi aku mau cerita disini nih! karena cerita ini UNLIMITED, jadi ga akan diulang!

Di hari yang aku lupa hari apa, my family and I pergi ke Taman Mini Indonesia Indah untuk yang keempat kalinya. yaah, aku pikir kayanya emang ngebosenin sih dari semua sekolah yang aku sekolahin sampe keluarga yang aku tinggalin tournya ke Taman Mini- Taman Mini  (TMII) juga.
Bersama keluarga dan satu sepupu, kita berangkat. pertama yang kupikir adalah, gimana bisa Indonesia menamakannya Taman Mini, sedangkan ukurannya kaga ada mini- mini nya. luas benget malah.

Dari rumah kita udah rencananain mau ngunjungin anjungan apa aja. dan bisa ditebak adik- adik imut aku mau pilih apa. yup, karena dia suka ikan sama serangga, mereka pengen banget ke museum ikan dan museum serangga yang udah empat kali juga aku kunjungin dan PP IPTEK. 

Setelah sampe, kita langsung ke anjungan museum ikan dan serangga.



















Heheh.. cukup narsis juga keluarganya. 

ini belom seberapa.. di komputer masih baaanyaaak foto- foto nya. apalagi foto- foto ikan sama serangga yang difoto adek+sepupu yang doyan ikan dan serangga, udah kayak anak SMA mau bikin laporan dah!

Abis puas ke museum- museum itu kita mampir di event yang ada disana. jadi disana ada semacam pameran kreatifitas gitu. ada baju, tas, dan barang- barang hasil tangan lainnya. kita beli 3 tas disana, 1 buatku, 1 buat nyokap, dan 1 buat adek yang paling kecil. disini terlihat bahwa sebagai manusia perempuan, juga punya nafsu terhadap yang namanya belanja dan cuci mata. yah, beginilah cewek..

yap! pokoknya inilah secuil ceritaku di hari liburan. posting ini ga aku ceritain pas liburan, tapi pas udah masuk sekolah. yaahh mengenang dikit  laaaah. aku setuju sama tulisan Zulfian Prasetyo, sebenernya bukan males buat masuk sekolah, cuma ngerasa liburannya kurang ajaa gitu.

Ini Ceritaku, apa ceritamu? :P


Senin, 29 Agustus 2011

Masih Inget Mahar?





Masih inget gambar- gambar ini??
Waktu SMP dulu, aku inget banyak banget anak- anak, remaja, dan yang udah tua (baca: orang tua), kepengen banget nonton film Laskar Pelangi (selanjutnya kita singkat LP aja ya). abis nonton, bisa ditebak, banyak yang tau- tau demen sama aktornya, ga terkecuali temen- temen SMP aku.
Nah siapa yang paling laku dan paling banyak diomongin?? Mahar. pasti. eh, waktu aku nyusul nonton, giliran aku yang ketularan demam Mahar.. ckck..

Tapi emang bener sih, aktingnya dia bagus banget. anaknya juga manis (mulai deh). tapi manisnya ga kaya gula, kalo gula manisnya pas udah dirasain, kalo Mahar pas ngeliat aja udah manis. apalagi aku. belom keliatan aja udah kerasa manisnya (emang aku apaan??).

Oye! fokus!

Ah, ga cuma aku dan temen- temen yang suka sama dia. waktu nyari bahan buat postingan kali ini di internet, banyaaakk bangeet yang suka sama Mahar. Hiks. aku jadi punya banyak saingan nih. kebanyakan suka sama akting dan ke-manis-an-nya. selain aku dapet opini- opini itu, aku juga dapet infonya tentang dia dong. hahaha semua ini buat kalian yang suka banget sama Mahar!
Okelah langsung sajaa..!

Mahar, nama aslinya adalah Verrys Yamarno lahir 17 Maret 1996; umur 15 tahun.Verrys,  adalah pemeran Indonesia Kelahiran Pulau Belitung. Verrys Lahir Di Desa Rasau, Gantong, Bungsu Dari Dua Bersaudara Ini Masih Bersekolah Di SMPN Nasional Gantong, Pulau Belitung. Banyak yang paling suka akting dia pas waktu nyanyi lagu Bunga Seroja. Iya kaan??


Seperti Mahar, Verrys juga jago kesenian. Tapi, pemeran Mahar ini ingin menjadi ustad. Cita-citanya adalah masuk ke Pondok Pesantren Gontor, Jawa Timur, atau Universitas Al Azhar di Mesir. "Saya ingin membuat orang jahat menjadi baik," ujar Verrys yang ayah dan kakaknya juga penambang timah.

Cita-cita anak bungsu dari dua bersaudara itu muncul kala ia mengaji bersama teman-temannya. Mengaji adalah kebiasaan yang dijalani anak-anak dusun seusianya di Gantong. Verrys dan Ferdian (pemeran Lintang) juga mengaji di tempat yang sama.
Ternyata sifat Verrys klop dengan tokoh Mahar yang diperankannya: anak kecil yang jago berkesenian dan tidak bisa diam. sering ketika ada wawancara tangannya sedang memainkan apapun yang ada di dekatnya. Oiya, ga cuma para penontonnya yang suka Verrys pas adegan manyanyi lagu "Seroja", Verrys sendiri juga paling terkesan oleh adegan menyanyi "Seroja". Hehe, klop ya? takdir..


Layaknya anak-anak yang tumbuh dari alam, Verrys dan teman- teman pemain Laskar Pelangi seperti Ferdian (pemeran Lintang) dan Zulpani Fasa (pemeran Ikal) juga punya hobi menikmati alam. "Mancing, menangkap burung," ucap mereka hampir bersamaan. Pesisir Belitung adalah tempat mereka biasa bebanjor (bahasa Belitung, artinya meninggalkan pancing dimakan ikan) sambil menikmati alam Belitung.
Makanya, meskipun ketika seminggu mereka mengunjungi wisata di Jakarta, Belitung lebih seksi buat mereka. "Enak Belitung-lah, ada pantai, teman-teman," kata mereka.
Biar lebih afdhol, aku kasih juga Biodatanya :

Nama: Verrys Yamarno 
Lahir: Desa Rasau, Gantong, 17 Maret 1996 
Sekolah: SMPN Nasional Gantong 
Anak: Bungsu dari dua bersaudara 



Ah, aku juga dapet dari internet kalo Verrys pernah kecelakaan motor bulan 5, bulan apa sih tuh? tunggu aku itung dulu, 1, 2.. Maret bukan.. januari bukan.. 4, 5.. Mei! bulan Mei tahun 2011. Alhamdulillah, sekarang Verrys udah sehat lagi dan siap kembali buat beraktivitas lagi. bahkan dia sempet dateng ke acara theater musikal laskar pelangi!




Sumber : Mbah Google, 

http://www.tempo.co/hg/film/2008/10/03/brk,20081003-138467,id.html